LamanRISMA LANCAR

API

Posted by Risma Lancar On 10.07 No comments


ANGKA PENGENAL IMPORT

 Angka Pengenal import terdiri atas :
API atau Angka Pengenal Import adalah surat ijin usaha dasar buat inportir (salah satu ijin import)
API-ANGKA PENGENAL IMPORT diberikan pemerintah kepada setiap perusahaan yang akan melaksanakan kegiatan inportir Barang / komponen dari luar negeri.

Perijinan Import dasar selanjutnya adalah SRP - Surat Register Pabean Perijinan Lainya yang di butuhkan agar perusahaan bisa sebagai inportir adalah tergantung dari jenis barang ataupun material inportnya :
Misalnya : ijin import Beras dan Elektronik adalah berbeda. Perbedaan nya adalah dii Nomor pengenenal Importirnya (NPIK nya) dan IT nya. 

Jadi pengurusan ijin import tersebut harus di konsultasikan secara mendetail agar tidak ada permasalahan pada waktu perusahaan melaksanakan inport

1. Angka Pengenal Import Produsen (API-U), 
2. Angka pengenal import terbatas (APIT), 
3. Angka pengenal import Khusus (APIK), 
4. Angka Pengenal Import Produsen

SYARAT API - U

1. Fotokopi Akte Notaris Pendirian Perusahaan dan perubahannya;
2. Nama dan susunan pengurus/direksi perusahaan (asli);
3. Fotokopi surat keterangan domisili kantor pusat perusahaan yang masih berlaku dari kantor kelurahan setempat atau fotokopi perjanjian sewa/kontrak tempat berusaha;
4. Fotokopi Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)/ijin yang setara dari instansi terkait;
5. Fotokopi Tanda Daftar Perusahaan (TDP);
6. Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) perusahaan atau perseorangan dan Penanggung Jawab Perusahaan;
7. Referensi dari bank devisa;
8. Pasfoto berwarna masing-masing Pengurus/Direksi Perusahaan 2 (dua) lembar ukuran 3 X 4; dan
9. Fotokopi Paspor/KTP dari Pengurus/Direksi.

SYARAT API - P

1. Fotokopi Akte Notaris Pendirian Perusahaan dan perubahannya;
2. Nama dan susunan pengurus/direksi perusahaan (asli);
3. Fotokopi surat keterangan domisili kantor pusat perusahaan yang masih berlaku dari kantor kelurahan setempat/fotokopi perjanjian sewa/kontrak tempat berusaha;
4. Fotokopi izin usaha industri/ijin yang setara dari instansi terkait;
5. Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) perusahaan sesuai dengan domisilinya;
6. Fotokopi Tanda Daftar Perusahaan (TDP);
7. Referensi dari bank devisa;
8. Pasfoto berwarna masing-masing pengurus 2 (dua) lembar ukuran 3 X 4; dan
9. Fotokopi Paspor/KTP dari Pengurus/Direksi.

Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan menghubungi kami
      

0 komentar:

Poskan Komentar